Musisi blues cukup langka di Indonesia. Ini karena kebanyakan agen sbo online orang Indonesia lebih menyukai musik pop daripada jenis musik lainnya. Meski begitu, ternyata masih ada musisi blues dari Indonesia terbaik yang bisa bertahan, bahkan menginspirasi musik Anda. Berikut adalah musisi blues Indonesia yang dapat menginspirasi musik Anda.
Blues Libre

Blues Libre hadir dengan konsep yang unik. Pasalnya, personil band asli Bandung terdiri dari musisi senior dan junior. Perbedaan generasi band digawangi oleh Hari Pochang (harmonika), Nissan Fortz (gitar dan vokal), Noor Ario (bass), Kiki (drum), dan Amrus Ramadhan (pedal steel) yang membuat mereka menarik perhatian. Perbedaan usia menghilang oleh kecintaan mereka pada musik.
Gugun Blues Shelter

Sepertinya tidak lengkap untuk membicarakan nama-nama musisi blues Indonesia tanpa menyebut band ini. Sebelumnya, band yang telah melakukan perjalanan ke berbagai acara musik asing disebut Bluesbug. Hanya saja terbaik, karena nama itu sudah digunakan oleh sebuah band dari Yunani, mereka kemudian mengubah namanya menjadi Blue Hand Gang, dan akhirnya menjadi Gugun Blues Shelter hingga sekarang. Tidak ingin mundur dari kepergian Jono beberapa waktu lalu, Gugun (vokal, gitar) dan Bowie (drum) segera menyelesaikan pembentukan trio Gugun Blues Shelter dengan pemain bass baru bernama Fajar Adi Nugroho.
Rama Satria Claproth

Dari sekian banyak nama musisi blues Indonesia, Rama termasuk di antara yang tidak populer di negaranya sendiri, meski memiliki banyak prestasi di kancah blues dunia. Gitaris yang lahir pada tanggal 29 Mei 1983 itu populer di luar negeri sejak ia menerima beasiswa musik di Berklee College of Music pada tahun 2001. Ia memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan keterampilan kepada berbagai pertunjukan. Pada tahun 2001, Rama dan adik-adiknya merilis album “Tabasco Women” di AS. Anehnya, album ini meroket untuk menjual 50 ribu kopi hanya dalam beberapa bulan. Bahkan di Radio Bandit Blues di AS, album ini berhasil menduduki tempat kedua setelah albumnya Eric Clapton.
Ginda Bestari

Sebagai gitaris, penyanyi dan penulis lagu, karier Ginda Bestari tidak dapat dipisahkan dari musik blues. Pada tahun 2011, musisi blues Indonesia membentuk trio yang ia beri nama Ginda dan The White Flowers. Band ini merilis album berjudul “Let Me Try”. Meskipun kemudian pada tahun 2013, band ini harus bubar karena perbedaan penglihatan, Ginda tetap terlibat dalam musik blues. Di sinilah karier solonya dimulai. Pada 2015, Ginda merilis album debutnya yang berjudul “Soulful Desire”. Dalam album ini, Ginda dibantu oleh beberapa musisi lain seperti Yance Manusama (bass), Rayendra Sunito (drum) dan Harry Anggoma (hammond, rhodes, piano).
Adrian Adioetomo

Adrian Adioetomo adalah musisi Delta Blues Indonesia yang lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur dan dibesarkan di Jakarta. Pada tahun 1989, Adrian Adioetomo pindah ke Canberra, Australia. Adrian Adioetomo tidak pernah mempelajari musik formal secara khusus. Hanya saja, saat kuliah di Canberra, ia sering ikut bermain musik bersama bandnya di kampus. Adrian belajar dan memperdalam kemampuannya untuk bermain gitar secara otodidak. Dia memilih untuk memainkan musik Delta Blues dengan mengandalkan gitar dobro-nya. Itu tidak terlepas dari pengaruh lingkungan tempat ia tinggal di Canberra.














